Catatanku

Usaha Bisnis Cuci Sepatu Modal Hanya Dibawah 1 Juta? Orang – Orang Ini Telah Membuktikannya!

bisnis cuci sepatu

Pada 10 Agustus 2014 yakni sekitar empat tahun yang lalu berubah menjadi hari yang bersejarah buat Owner Mayster Clean, Prima Ekki Ahadi. Pada waktu itu ia masih duduk di bangku kuliah semester awal. Tetapi, Prima putuskan untuk usaha bisnis cuci sepatu.

Jiwa wirausaha yang sempat ia punyai semakin terasah kala kampus tempat ia kuliah mewajibkannya untuk membuka suatu usaha. “Saya memilih buka jasa khusus cuci sepatu. Saya masih ingat semua mencibir ide saya,” Prima teringat, alumnus Universitas Ciputra.

Mencuci dan membersihkan sepatu ( bisnis cuci sepatu ) kala itu dipandang seluruh orang punya kemampuan dan kapabilitas pekerjaan yang dianggap sepele. Tidak menjanjikan untuk mendapatkan uang. Karena, pemilik sepatu cuma akan mencucinya jika betul-betul kotor.
Bukan cuma rekanan kampus, teman di kampungpun sampai kawan sekomunitasnya terus menerus mencibirnya.

Prima sampai saat ini aktif bermain futsal serta ikut dalam komunitas olahraga lari di Surabaya. Ia masuk juga di komunitas penggemar dan pecinta sepatu.

Waktu itu, putra pasangan Edi Santoso (PNS Pemkot Surabaya) serta Indah Agustina Dewi, cuma miliki uang sebesar Rp 350.000. Hasil tabungannya serta mengumpulkan uang yang ia miliki, seluruh uang terkumpul kira-kira Rp 1 juta.
Prima yang belajar membersihkan sepatu dengan cara otodidak dengan mencari tips – tips di internet itu tanpa berpikir panjang langsung membeli semir serta sabun khusus.

Baca juga :

“Mencuci sepatu tidak dengan di rendam atau disikat keras. Ini keliru,” kata Prima.

Bahkan juga sikatnya haruslah sikat khusus untuk membersihkan sepatu. Dengan tekun, ia dekati teman serta seluruh komunitasnya untuk tawarkan layanan dari bisnis cuci sepatu yang ia jalankan. Ia juga menggunakan media sosial untuk mendukung bisnis cuci sepatu nya.

Tetapi, saat itu masih tidak sesederhana saat ini untuk manawarkan produk lewat WA saja. Dahulu masih lewat aplikasi BBM. Dengan facebook, Prima juga tidak mengenal lelah menawarkan sneakers.

Hasil yang Prima Peroleh dari Bisnis Cuci Sepatu

Ia menentang yang namanya sifat malas serta terus membuang jauh – jauh rasa malu ketika dicibir serta diejek oleh kawan main serta teman sekampung. Prima ingin menunjukkan jika bisnis cuci sepatu miliknya tidak seremeh yang dibayangkan orang. Pemuda ini optimis jika tekad kuat serta kerja kerasnya akan membawa hasil.
Sekurang-kurangnya tidak seperti yang diduga orang. Pemuda yang sudah pernah berjualan bedak waktu SMP ini tekun serta ulet mencuci sepatu secara benar serta detail.

Dalam 3 minggu atau hampir satu bulan berjalan benar-benar di luar perkiraan. “Waktu itu saya kaget bisa mendapatkan uang Rp 1,5 juta. Ini momen paling historis yang terus aku kenang,” sebut Prima.

Sekarang, Prima semakin akfif masuk di banyak komunitas, khususnya yang menggunakan sepatu. “Banyak untungnya gabung di komunitas. Saya bisa membantu mencucikan sepatu mereka,” ujar Prima.

Bisnis Cuci Sepatu Refaldy dengan Modal Awal Hanya Rp. 88.000!

bisnis cuci sepatu
lifestyle.kompas.com

Refaldy menjelaskan jika bisnis cuci sepatu, termasuk bisnis yang memberikan keuntungan, serta modal awal laundry sepatu tidaklah besar.

Dia cuma keluarkan modal awal hanya Rp 88.000 untuk mengerjakan bisnisnya sekitar enam tahun yang lalu. “Awalnya karena tugas kuliah Kewirausahaan. Dosen menugaskan membuat bisnis dengan modal Rp 100.000,” ujar lulusan Universitas Widyatama ini.
Semenjak kecil, diakuinya Refaldy memiliki kegemaran membersihkan sepatu. Lalu, Refaldy lantas buka usaha ini dengan sasaran pasar teman-temannya sendiri.

Sesudah tugas kuliah selesai, ia putuskan meneruskan bisnisnya sampai berkembang seperti saat ini. Sekarang, Sneaklin udah terdapat di 39 store di Bandung, Bali, Balikpapan, Jakarta, Pontianak, Banjarmasin, Jabodetabek, serta Palembang.

Omzet yang didapatkan dari 39 toko ini hampir Rp 500 juta per bulan, berarti dalam satu tahun dapat menyentuh angka miliaran rupiah. Dan, gerai yang dia pegang tepat di Jalan Lombok omzetnya sampai Rp 40-50 juta per bulan. “Tahun ini rencananya akan buka di Semarang dan Jakarta,” ujarnya.

Wanita Juga Bisa!

bisnis cuci sepatu

Gurihnya bisnis cuci sepatu dirasa Fitria Ramdani. Dia mengawali bisnisnya tahun 2015. “Awalnya sering cuci sepatu di laundry-laundry, terus kok mahal ya. Gimana kalau bikin sendiri mungkin jauh lebih murah,” ujarnya.

Lalu dia putuskan untuk bikin tempat grooming sepatu pada harga yang sudah paten dan tidak berganti harga diakhir. Lantaran, banyak tempat cuci sepatu yang membanderol harga selaras dengan tingkat kekotoran sepatu.
Hal tersebut juga sebagai kelebihan dari bisnis cuci sepatu kepunyaannya “Cleanup Shoes”. Secara cepat, usaha di Padasuka Cimahi ini berkembang.

Dari awalannya cuma terima order 10 pasang per bulan, sekarang sampai 70 pasang per bulan. Pasarnya juga meluas sampai ke beberapa anak sekolahan. Fitria berkata tentang cara promosi bisnis laundry sepatu miliknya “Potensi pasarnya rame banget. Kami promosi mengandalkan Instagram, kadang endorse.”

“Kami suka sebar flyer ke tempat-tempat les di sekitar Cimahi ,” paparnya. Keunggulan lain dari bisnis cuci sepatu miliknya adalah hasil yang memuaskan. Itu kenapa banyak customer yang datang lagi ke tempatnya. Bisnis cuci sepatu Cleanup Shoes menawarkan, untuk deep clean Rp 35.000, deep clean leather shoes Rp 45.000, unyellowing Rp 85.000, serta repaint Rp 150.000.

Sumber :

Tagged , , ,

About ADMIRAL

Hanya seorang pembaca buku
View all posts by ADMIRAL →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *